Berikut ini ijazah akbar untuk Shalawat Azhimiyyah yang diberikan oleh Sayyidi Syaikh Shalih bin Muhammad bin Shalih Al-Ja’fari Al-Husaini (founder dari Thariqah Ja’fariyyah Ahmadiyyah Muhammadiyyah). Beliau menerima ijazah shalawat tersebut daripada Rasulullah SAW didalam mimpinya. Sedangkan secara terjaga/sadar (yaqzhatan), beliau menerima ijazah Shalawat Azhimiyyah ini dari al-’Arif Billah Sayyid Muhammad, yang menerima ijazah tersebut dari ayahnya yaitu Sayyid ‘Abdul ‘Aliy, yang menerima dari ayahnya yaitu Sayyidi Syaikh Ahmad bin Idris (founder thariqah Idrisiyyah).
Anavant Nard
Anavant Nard
adalah sebuah sistem energy yang berpusat pada Anahata Chakra (Cakra Jantung) yang bersifat ‘Ex Nihilo’ (menciptakan sesuatu dari ketiadaan). Anavant Nard secara harfiah berarti “Petir Kebijaksanaan”. Anavant Nard dikembangkan oleh Master Arkand Bodhana Zeshaprajna seorang praktisi Yoga dan Metafisika yang tinggal didekat candi Borobudur, Yogyakarta – Indonesia.
Anavant Nard bekerja dalam dua cara: secara terus menerus dalam hal melindungi (Protection Shield) dan secara tertentu pada saat hendak digunakan untuk suatu tujuan mulai dari penyembuhan hingga mewujudkan suatu kebutuhan dan keinginan dalam dunia nyata.
Didalam Anavant Nard, tidak ada latihan atau meditasi rutin, bagi mereka yang sudah diaktifkan Anavant Nard-nya dapat langsung menerapkannya dalam setiap hal dalam kehidupan sehari-hari.
Semakin tinggi level Anavant Nard yang dapat dicapai, semakin kuat energy-nya. Dan semakin sering seorang praktisi Anavant Nard mempraktekkan Anavant Nard dalam kehidupan sehari-hari, semakin cepat ia bekerja sesuai dengan keinginan praktisinya. Read more »
Milad Special Discount…!
- Kundalini Reiki
- Tachyon 2011
- Kundalini Reiki Source
- gTummo Exoteric
- Lightarian Modalities
- Nama Guardian Angel
- Memperbaiki Nama pribadi untuk kesuksesan
- Tasbih Kayu Zaitun — disc. 35%
- Cincin Hasbunallah — disc. 35%
Cincin Aqiq Ber-Rajah
Cincin Aqiq Rajah
“Huwal Hayyul Qayyuum”
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa memakai cincin adalah sunnah Nabi Muhammad SAW, jalan para Wali, dan kebiasaan para Ulama. Banyak riwayat telah sampai kepada kita melalui para guru terdahulu yang mengajarkan untuk memakai cincin perak.
Menurut penuturan para Ulama dan diberbagai kitab peninggalan mereka, disebutkan bahwa cincin perak adalah cincin terbaik mengikuti sunnah Nabi SAW. Rasulullah membenci cincin dari besi dan kuningan, serta melarang menggunakan cincin Emas bagi pria. (Rujuk kitab Sunan Tirmidzi hadits ke 1792, Sunan Nasai hadits ke 5205 dan Sunan Abu Daud hadits ke 4223)
Mengenai penggunaan cincin, Imam Abu Laits menyebutkan:
الخاتم في اليمين وفي الشمال جائز وكل ذلك مباح وجاء الأثر بهما جميعاً
“Memakai cincin di jemari tangan kanan dan atau pada tangan kiri diperkenankan, dan memakai cincin di tangan kanan saja atau memakai cincin ditangan kiri saja mubah hukumnya (diperbolehkan), dan telah datang berbagai atsar yang menerangkan kedua hal tersebut sekaligus”
Beberapa Sahabat menuliskan kalimat-kalimat dan atau asma tertentu pada cincin-nya. Didalam Sunan Tirmidzi kitab al-libas an Rasulillah, bab maa jaa-a fii lubsi khatami fil yamin, disebutkan:
روى جعفر بن محمد عن أبيه أن الحسن والحسين رضي اللَّه تعالى عنهما كانا يتختمان في يسارهما وكان في خواتمهما ذكر اللَّه تعالى
“Diriwayatkan dari Sayyidina Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya (Muhammad bin Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib RA) bahwasanya Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein RA mengenakan cincin di jari kiri mereka dan pada cincin mereka terdapat dzikrullah (Asma Allah). Read more »
Alam Ghaib
Pagi ini saya membaca kitab Tafsir Surat Yasin Syarah Syeikh Hamami Zadah, ketika sampai ke halaman 12 ada sebuah kisah menarik tentang terangkatnya hijab dari penglihatan ‘Aisyah Radliyallahu ‘Anha hingga dapat melihat bukti keberadaan Alam Ghaib dengan keberkahan Selendang Nabi SAW… berikut ini petikannya:

::Terjemah:: Read more »





